Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Selamat siang, Bapak/Ibu hadirin sekalian.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat wal’afiat untuk mengikuti acara Peningkatan Relevansi Lulusan melalui Pembaruan Profil dan Materi Uji Berstandar Industri Pelayaran & Regulasi Maritim dengan jurusan Nautika dan Teknika Kapal Niaga.
Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh peserta workshop, para dewan guru dan staf SMK KAL - 2 Surabaya
Secara khusus, kami ingin menyapa dan mengucapkan selamat datang serta terima kasih yang tak terhingga atas kehadiran narasumber utama kita. Sosok yang memiliki kompetensi dan pengalaman luar biasa di bidangnya.
Yang terhormat, Bapak Rizalul Hadi, S.H. selaku HRD dari PT DLU (Dharma Lautan Utama)
Kehadiran Bapak Rizal hari ini adalah sebuah kehormatan besar bagi kami dan menjadi bukti nyata komitmen kuat antara dunia industri dan dunia pendidikan.
Mengingat industri pelayaran adalah industri yang sangat teregulasi (highly regulated) baik secara nasional maupun internasional (IMO/STCW), fokus pembahasan akan menitikberatkan pada kesesuaian lulusan dengan regulasi keselamatan, hukum maritim, dan standar kompetensi pelaut.
Lanskap Industri Pelayaran & Kepatuhan Regulasi (Regulatory Compliance)
Memahami standar hukum dan kualifikasi yang wajib dimiliki pelaut/tenaga maritim modern.
-
Update Regulasi Maritim Terkini:
-
Tinjauan singkat implementasi STCW 1978 Amandemen Manila 2010 (Standards of Training, Certification and Watchkeeping) dalam kurikulum sekolah.
-
Isu-isu hukum ketenagakerjaan maritim terbaru (PKL - Perjanjian Kerja Laut) dan perlindungan pelaut.
-
-
Gap Analysis (Kesenjangan Kompetensi):
-
Mengapa lulusan ber-sertifikat seringkali gagal saat on-board?
-
Masalah klasik: Attitude, kedisiplinan hierarki di atas kapal, dan pemahaman Safety Culture (ISM Code) yang masih rendah.
-
-
Perspektif User (Shipping Company):
-
Kriteria "Siap Kerja" bagi perusahaan pelayaran: Bukan hanya bisa melaut, tapi juga memahami aspek legalitas dokumen (Buku Pelaut, Sertifikat COP/COC) dan mentalitas kerja jangka panjang.
-
Redefinisi Profil Lulusan (The Seafarer Profile)
Menyusun profil lulusan yang spesifik, legal, dan sesuai jenjang karier di kapal.
-
Dari Siswa Menjadi "Crew" (Officer/Rating):
-
Menetapkan profil lulusan yang jelas: Apakah sebagai Cadet, Rating, atau Junior Officer?
-
Memastikan profil lulusan mencakup 3 Aspek Kunci Pelayaran:
-
Kompetensi Teknis: Navigasi/Teknika (sesuai jurusan).
-
Kepatuhan (Compliance): Paham aturan K3, ISPS Code (Keamanan), dan MARPOL (Lingkungan).
-
Karakter Maritim: Tangguh, disiplin hierarki, kemampuan Bahasa Inggris Maritim (Maritime English).
-
-
-
Integrasi Soft Skill dalam Profil:
-
Kemampuan bekerja dalam tim multikultural dan manajemen stres di tengah laut (isolation management).
-
Poin Kunci yang Bisa Ditekankan oleh Narasumber (Bpk. Rizalul Hadi)
Mengingat peran beliau, ada beberapa "bumbu" khusus yang bisa dimasukkan dalam pembahasan:
-
Aspek Legalitas Lulusan: Menekankan bahwa di dunia pelayaran, kompetensi tanpa dokumen legal (sertifikat yang diakui) adalah sia-sia. Sekolah harus membantu siswa mempersiapkan document readiness.
-
Hierarki & Disiplin (Chain of Command): Materi uji harus bisa menilai ketaatan siswa pada instruksi. Di kapal, pembangkangan bisa berakibat fatal.
-
Etika Profesi: Pentingnya materi tentang kontrak kerja laut agar lulusan tidak menjadi korban eksploitasi atau justru melakukan pelanggaran kontrak (kabur saat sandar, dll).
_adminWebsite