"Mendampingi Sepenuh Hati" dalam Kurikulum Merdeka
Membangun mindset pendidik sebagai pamong/fasilitator yang empatik.
-
Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara di Era Gen Z:
-
Membedah makna "Menuntun" vs "Menuntut".
-
Bagaimana menerapkan konsep Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani dalam konteks siswa SMK yang heterogen.
-
-
Psikologi Siswa SMK Hari Ini:
-
Memahami karakteristik emosional siswa usia remaja di Surabaya.
-
Menggeser pendekatan "Hukuman" (Punishment) menjadi "Konsekuensi dan Restitusi" (Disiplin Positif).
-
-
Guru yang Hadir Sepenuhnya (Mindfulness):
-
Pentingnya kehadiran guru tidak hanya fisik, tapi juga hati di dalam kelas.
-
Strategi membangun bonding (ikatan emosional) agar siswa merasa aman dan dihargai di sekolah.
-
Integrasi Budi Pekerti Luhur dalam Pembelajaran & Budaya Sekolah
Strategi teknis menanamkan karakter tanpa terkesan menceramahi.
-
Budi Pekerti sebagai Soft Skill Industri:
-
Penjelasan dari Pak Haries (sebagai Pengawas) tentang keluhan industri terkait attitude lulusan.
-
Mendefinisikan "Budi Pekerti Luhur" dalam bahasa industri: Jujur, Tanggung Jawab, Resilience (Daya Juang), dan Santun.
-
-
Integrasi dalam Mata Pelajaran (Intrakurikuler):
-
Cara menyisipkan pesan moral dalam materi teknis (Misal: Jujur dalam melaporkan data ukur, sabar dalam proses permesinan, etika digital untuk jurusan TI).
-
pembahasan Etika Digital/Netiquette sangat relevan untuk dibahas sebagai bagian dari budi pekerti modern.
-
-
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5):
-
Optimalisasi P5 bukan hanya sebagai pameran karya, tetapi sebagai laboratorium perilaku (kerjasama, gotong royong, akhlak mulia).
-
Kontekstualisasi karakter khas SMKS KAL-2 (Disiplin, Kehormatan) ke dalam kegiatan sehari-hari.
-
Peran Guru Sebagai "Role Model" & Sistem Evaluasi Karakter
Keteladanan guru dan cara mengukur keberhasilan pendidikan karakter.
-
Keteladanan (The Power of Example):
-
Refleksi diri bagi guru: "Apakah saya sudah mencerminkan budi pekerti yang saya ajarkan?"
-
Pentingnya konsistensi antara ucapan dan tindakan guru di lingkungan sekolah.
-
-
Asesmen Diagnostik Non-Kognitif:
-
Teknik sederhana bagi guru untuk mengetahui latar belakang masalah siswa (broken home, ekonomi, dll) agar bisa "mendampingi" dengan tepat sasaran.
-
-
Supervisi Akademik Berbasis Coaching:
-
Bagaimana kepala sekolah dan tim manajemen melakukan supervisi yang memberdayakan guru, bukan mencari kesalahan, sejalan dengan semangat "sepenuh hati".
-
Rencana Tindak Lanjut (Action Plan) & Komitmen Bersama
Output konkret yang akan diterapkan setelah IHT.
-
Penyusunan "Kontrak Belajar" Berbasis Karakter:
-
Membuat kesepakatan kelas yang mengedepankan nilai-nilai budi pekerti.
-
-
Deklarasi Guru SMKS KAL-2:
-
Komitmen bersama untuk menjadi "Orang Tua Kedua" yang mendidik dengan hati, bukan hanya pengajar materi.
-
_adminwebside