Surabaya – SMK KAL-2 Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan respons tanggap darurat di lingkungan sekolah. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai ini diikuti secara antusias oleh seluruh taruna-taruni kelas X, XI, XII, serta Bapak/Ibu guru SMK KAL-2 Surabaya.

Dalam pelaksanaan pelatihan ini, SMK KAL-2 Surabaya bekerja sama langsung dengan Tim Medis dari Rumah Sakit TNI AL (Rumkital) dr. Oepomo Kodaeral V. Tim tenaga medis ahli dihadirkan untuk memberikan pembekalan materi teori sekaligus penanganan medis darurat secara praktis.

Lettu Laut (K/W) dr. Shaza selaku Narasumber menyampaikan pemahaman dasar mengenai pentingnya golden time atau menit-menit awal yang krusial saat menangani seseorang yang mengalami henti jantung, henti napas, atau pingsan secara mendadak. Setelah pemaparan materi, peserta diajak langsung untuk mempraktikkan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), pembebasan jalan napas, serta penanganan posisi pemulihan (recovery position) menggunakan manekin peraga.

Para taruna/taruni dan dewan guru tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Banyak peserta yang aktif mencoba langsung peragaan teknik bantuan dasar agar memiliki keberanian serta keterampilan yang tepat ketika dihadapkan pada situasi darurat, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat umum.

Kepala SMK KAL-2 Surabaya menyampaikan bahwa pelatihan BHD ini merupakan pembekalan penting bagi seluruh warga sekolah, khususnya bagi sekolah yang berorientasi pada pendidikan vokasi dan kebaharian, di mana sikap sigap dan keterampilan penyelamatan jiwa menjadi bagian integral dari pembentukan karakter disiplin.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dan guru SMK KAL-2 Surabaya tidak hanya unggul secara akademis dan keahlian vokasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta kesiapsiagaan tinggi dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat.

_adminWebsite